Minggu, 27 September 2015

PENGERTIAN DARI DESAIN GRAFIS

PENGERTIAN DESAIN GRAFIS
 
Ilmu Grafis  Referensi Desain tentang Pengertian Desain Grafis berasal dari pustaka .
Desain Grafis berasal dari 2 buah kata yaitu Desain dan Grafis , kata Desain berarti proses atau perbuatan dengan mengatur segala sesuatu sebelum bertindak atau merancang , sedangkan Grafis adalah titik atau garis yang berhubungan dengan cetak mencetak . Jadi dengan demikian Desain Grafis adalah kombinasi kompleks antara kata-kata , gambar , angka , grafik , foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang biasa menggabungkan elemen-elemen ini , sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus atau sangat berguna dalam bidang gambar .
Desain Grafis adalah cabang ilmu dari seni Desain yang dalam perkembangannya Desain Grafis dibantu oleh komputer dalam mendesain sebuah object .
Desain biasa diterjemahkan sebagai seni terapan, arsitektur, dan berbagai pencapaian kreatif lainnya. Dalam sebuah kalimat, kata “desain” bisa digunakan baik sebagai kata benda maupun kata kerja. Sebagai kata kerja, “desain” memiliki arti “proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru”. Sebagai kata benda, “desain” digunakan untuk menyebut hasil akhir dari sebuah proses kreatif, baik itu berwujud sebuah rencana, proposal, atau berbentuk obyek nyata.
Proses desain pada umumnya memperhitungkan aspek fungsi, estetik dan berbagai macam aspek lainnya, yang biasanya datanya didapatkan dari riset, pemikiran, brainstorming, maupun dari desain yang sudah ada sebelumnya. Akhir-akhir ini, proses (secara umum) juga dianggap sebagai produk dari desain, sehingga muncul istilah “perancangan proses”.
Grafika adalah segala cara pengungkapan dan perwujudan dalam bentuk huruf, tanda, dan gambar yang diperbanyak melalui proses percetakan guna disampaikan kepada khalayak. Contohnya adalah: foto, gambar/drawing, Line Art, grafik, diagram, tipografi, angka, simbol, desain geometris, peta, gambar teknik, dan lain-lain. Seringkali dalam bentuk kombinasi teks, ilustrasi, dan warna.
Dalam bahasa Indonesia, kata “grafis” sering dikaitkan dengan seni grafis (printmaking) dan desain grafis atau desain komunikasi visual.
Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam disain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. disain grafis diterapkan dalam disain komunikasi dan fine art. Seperti jenis disain lainnya, disain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (disain).
Seni disain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak.
Perancang grafis atau sering disebut dengan desainer Grafis (bahasa Inggris: Graphic Designer) adalah profesi yang menciptakan ilustrasi, tipografifotografi, atau grafis motion. Seorang desainer grafis menciptakan karya untuk penerbit, media cetak dan elektronik, seperti brosur dan mengiklankan produk. Mereka bertanggung jawab untuk sebuah tampilan agar tampak menarik, yang bisa diaplikasikan dalam berbagai bentuk materi promosi yang berkaitan dengan produk dan publik.
Perancang Grafis bertugas untuk menyampaikan sebuah informasi yang diinginkan oleh produk / klien dalam bentuk desain yang menarik. Seorang Desainer harus memiliki minimal 7 ( tujuh ) Dimensi Keilmuan yaitu :

  1. Wawasan Teknologi
  2. Wawasan Sains
  3. Wawasan Seni
  4. Wawasan Sosial Dan Budaya
  5. Wawasan Filsafat Dan Etika
    Point satu sampai lima digunakan untuk mengetahui cakupan hasil karya yang dituju sesuai dengan target tertentu.
  6. Kemampuan olah nirmana
    Dipakai untuk membuat hasil karya grafis yang menarik sekaligus mempunyai fungsi dan manfaat yang sesuai.
  7. Software Desain Grafis
    Digunakan untuk menerapkan kreasi ide grafis pada media elektronik sehingga dapat dibuat massal atau untuk kebutuhan krusial lainnya.


PENGERTIAN MENURUT PARA AHLI

Menurut Suyanto
desain grafis didefinisikan sebagai ” aplikasi dari keterampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri“. Aplikasi-aplikasi ini dapat meliputi periklanan dan penjualan produk, menciptakan identitas visual untuk institusi, produk dan perusahaan, dan lingkungan grafis, desain informasi, dan secara visual menyempurnakan pesan dalam publikasi.
Menurut Jessica Helfand
desain grafis sebagai kombinasi kompleks kata-kata dan gambar, angka-angka dan grafik, foto-foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-eleman ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus, sangat berguna, mengejutkan atau subversif atau sesuatu yang mudah diingat.
Menurut Danton Sihombing
desain grafis mempekerjakan berbagai elemen seperti marka, simbol, uraian verbal yang divisualisasikan lewat tipografi dan gambar baik dengan teknik fotografi ataupun ilustrasi. Elemen-elemen tersebut diterapkan dalam dua fungsi, sebagai perangkat visual dan perangkat komunikasi.
Menurut Michael Kroeger
Visual Communication (komunikasi visual) adalah latihan teori dan konsep-konsep melalui terma-terma visual dengan menggunakan warna, bentuk, garis dan penjajaran (juxtaposition).
Warren dalam Suyanto memaknai desain grafis sebagai suatu terjemahan dari ide dan tempat ke dalam beberapa jenis urutan yang struktural dan visual.
Menurut Blanchard
desain grafis sebagai suatu seni komunikatif yang berhubungan dengan industri, seni dan proses dalam menghasilkan gambaran visual pada segala permukaan.
“ Secara umum pengertian dari desain grafis adalah salah satu bentuk seni lukis (gambar) terapan yang memberikan kebebasan kepada sang desainer (perancang) untuk memilih, menciptakan, atau mengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan, dan garis di atas suatu permukaan dengan tujuan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan. Gambar maupun tanda yang digunakan bisa berupa tipografi atau media lainnya.Desain grafis umumnya diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain. “

KEWIRAUSAHAAN


                                                             1.BAB 
                                                       PENDAHULUAN


    1.   Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan zaman dan lingkungan maka orang sekarang mulai berhati-hati dalam memilih dan membeli sesuatu. Salah satu hal dimana orang sangat hati-hati dan teliti sekali dalam memilih dan membeli adalah ketika  membeli makanan.
Zaman dulu orang membeli makanan hanya berpedoman pada rasanya yang enak dan murah, ini terutama bagi kalangan masyarakat menengah ke bawah. Dua hal inilah yang menjadi prioritas utama dalam membeli makanan. Mereka tidak begitu memikirkan kandungan gizi dan nutrisi yang terkandung didalam makanan yang mereka beli.
Akan tetapi akhir-akhir ini kecenderungan masyarakat kita dalam membeli makanan adalah memperhatikan rasa, gizi yang terkandung dalam makanan tersebut, baru kemudian memikirkan harga. Oleh karena itu,  roti banyak menjadi pilihan manusia untuk makanan ringan, dimana dari segi rasa, roti menawarkan cukup banyak rasa yang ditawarkan dan enak, dari segi gizi juga memenuhi kebutuhan gizi manusia, dari segi harga, roti mudah dijangkau semua kalangan masyarakat.
Berdasarkan fenomena diatas maka sangat cocok dan potensial bila kami mendirikan usaha jualan roti bakar, dimana dari segi rasa memenuhi rasa enak, dari segi gizi roti bakar sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen karena mengandung karbohidrat, protein dll. Dari segi harga roti bakar terbilang mudah dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.

2.     Visi
-          Memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.
-          Menjadi salah satu usaha kuliner tersukses di Jakarta, bahkan Indonesia.
-          Menjadi produsen roti bakar nomor 1 di Indonesia.


3.    Misi
-          Terus berinovasi dalam menciptakan menu-menu yang unik dan menarik.
-          Menciptakan ide-ide kreatif sebagai penarik minat para pembeli.
-          Memberikan pelayanan yang baik dan ramah dalam upaya menarik pembeli.
-          Menjual produk dengan harga yang terjangkau tetapi dengan kualitas dan rasa yg memukau.


4.    Tujuan Usaha
Menjadi salah satu usaha kuliner yang sukses di Jakarta dengan omset yang tinggi sehingga dapat membuka banyak cabang di Indonesia dan menampung banyak karyawan.



                                                                  BAB 2
                                                         RINGKASAN BISNIS


1.       Profil Usaha

Nama Usaha    : Kedai Roti Bakar
Jenis Usaha     : Kuliner
Alamat Usaha : Jalan Raya Kemuning No.21, Jakarta Pusat
Telepon           : 085690174304

2.    Gambaran Awal Usaha
Usaha ini merupakan usaha saya yang pertama. Dalam tahap awal saya akan meminjam dana dari Bank sebagai tambahan awal modal kami dalam mendirikan usaha ini. Selanjutnya saya akan menyewa tempat sebagai lokasi usaha saya dan membuat surat izin usahanya.

                                                                 BAB 3
                                                               PRODUK


1.       Gambaran Produk
Produk roti bakar saya berbeda dari roti-roti bakar yang lainnya. Saya mempunyai ide dan inovasi tersendiri dalam menciptakan menu roti bakar. Saya tidak hanya menjual roti bakar biasa pada umumnya, tetapi saya juga mempunyai menu spesial yakni roti bakar buah dan roti bakar ice cream. Tidak hanya menjual roti bakar, saya juga menjual aneka minuman seperti aneka macam jus buah, sirup, bebagai jenis kopi, maupun ice cream. Saya harap dengan ide dan inovasi saya dalam menjual roti bakar, dapat menarik para pembeli sehingga dapat meningkatkan omset penjualan saya.

2.    Gambaran Persaingan
Untuk saat ini saya mempunyai beberapa pesaing. Pengaruh pesaing terhadap
penjualan roti bakar saya agak sedikit berpengaruh karena pesaing saya sudah terlebih dahulu berjualan roti bakar dan juga tempat berjualannya yang cukup strategis sehingga banyak orang yang melakukan aktifitas disekitar ditempat tersebut sering berkunjung dan membeli roti bakar mereka.

3.    Gambaran Penjualan
Dalam pelaksanaannya nanti, saya akan menjual roti bakar ditempat yang strategis, yakni di Jalan Kemuning Raya No.21 Jakarta Pusat  yang merupakan salah satu tempat yang strategis di Jakarta. Tentu dalam penjualannya nanti, ada strategi-strategi penjualan yang akan saya pakai dalam menarik calon pembeli. Besar harapan saya agar dalam pelaksanaannya nanti penjualan roti bakar saya dapat berjalan dengan sukses.
       
                                                                   BAB 4
                                                             ANALISIS SWOT


1. Strenght (Kekuatan)
  Mempunyai ciri khas menu yang berbeda dengan usaha roti bakar yang lainnya yaitu roti bakar buah dan roti bakar ice cream.
  Tempatnya strategis dan mempunyai cabang di mana-mana sehingga mudah untuk dikunjungi.
  Rasanya sangat enak.
  Harganya cukup murah ,terjangkau, pelayanan memuaskan, rapi dan bersih.
  Selai yang digunakan untuk roti bakar berasal dari buah segar dan tanpa pengawet karena dibuat sendiri.

2. Weakness (Kelemahan)
         Tidak cocok bagi orang yang tidak suka roti, buah, ataupun ice cream.
         Belum mempunyai cabang.
         Kurang modal untuk memulai usaha.
         Harga bahan baku tidak stabil (dalam pembuatan selai).

3. Opportunity (Peluang)
  Digemari sebagian besar masyarakat.
  Ciri khas menu yaitu roti bakar menjadikan usaha ini sangat menjanjikan.
  Cabang yang semakin banyak membawa konsumen mudah mendatanginya.
  Budaya masyarakat yang konsumtif.

4. Threat (Ancaman)
         Banyak saingan diluar sana.
         Harga bahan baku yang sewaktu-waktu bisa naik dapat menyebabkan kenaikan harga roti bakar yang mungkin dapat mengurangi pembeli.
         Bila hujan turun maka orang malas keluar rumah sehingga pembeli tidak begitu banyak (jarang).


                                                               BAB 5
                                                PERENCANAAN KEUANGAN

Total biaya pembangunan usaha Toko Roti Bakar tersebut sebesar Rp 17.750.000,- dengan rincian sebagai berikut =

1.         Biaya Tetap (Fixed Cost)
-Kontrak toko/bulan                                        Rp    1.000.000,-
-Kursi, meja, lemari                                        Rp    5.000.000,-
-Pemanggang roti 3 unit                                  Rp       750.000,-
-Kompor gas 3 unit                                          Rp    1.200.000,-
-Peralatan memasak lainnya                            Rp    2.500.000,-
-Peralatan makan-minum                                Rp    2.500.000,-
-Kulkas                                                           Rp    1.500.000,-
-Listril, air, dll                                                Rp       300.000,-
-Pembuatan banner, stiker daftar harga           Rp         50.000,-
Total                                                               Rp 14.800.000,-

2.         Biaya Variabel (Variable Cost) per Bulan
-Roti                                                    Rp       500.000,-
-Aneka macam selai                             Rp       300.000,-
-Coklat dan ceres                                 Rp       300.000,-
-Kacang                                               Rp       200.000,-
-Keju                                                   Rp       300.000,-
-Pisang                                                Rp       200.000,-
-Susu                                                   Rp       300.000,-
-Mentega/margarin                              Rp       200.000,-
-Aneka macam buah                            Rp       300.000,-
-Aneka rasa ice cream                         Rp       300.000,-
-Es batu                                              Rp       150.000,-
-Gas                                                    Rp       300.000,-
-Plastik, kertas roti, sedotan, dll         Rp       250.000,-
Total                                                  Rp   3.500.000,-

3.      Total Biaya (Total Cost)
TC = TFC + TVC
TC = Rp 14.800.000,- + Rp 3.500.000,-
TC = Rp 18.300.000,-

4.      Daftar Harga
-Harga Roti Bakar Buah                     Rp    15.000,-
-Harga Roti Bakar Es Krim                 Rp    15.000,-
-Harga Roti Bakar Coklat                   Rp    10.000,-
-Harga Roti Bakar Keju                      Rp    10.000,-
-Harga Roti Bakar Coklat Keju            Rp    13.000,-
-Harga Roti Bakar Pisang Coklat         Rp    13.000,-
-Harga Roti Bakar Pisang Keju            Rp    13.000,-
-Harga Roti Bakar Coklat Kacang        Rp    13.000,-
-Harga Jus Buah                                Rp    10.000,-
-Harga Es Buah                                  Rp    13.000,-
-Harga Es Krim                                  Rp    13.000,-


5.      Pendapatan
Target penjualan roti bakar per hari adalah 30 porsi. Waktu berjualan Senin-Minggu. Atau dalam sebulan menjual 600 porsi.
Pendapatan Harian      = Rp 10.000,- x 30       = Rp    300.000,-
Pendapatan Bulanan   = Rp 300.000,- x 20     = Rp 6.000.000,-

6.      Penghitungan Harga
Harga Pokok/Biaya Variabel                                                  =  Rp 3.500.000,-
Hpp per Porsi                          = Rp 3.500.000,- / 600            =  Rp 5.833,- ≈ Rp 6.000,-
Laba yang diinginkan             = Rp 10.000.- ─ Rp 6.000,-    =  Rp 4.000,-

7.      Analisis Titik Impas (Break-Event Point)
BEP = Biaya Tetap = Rp 18.300.000,- = 4575 porsi
            Profit               Rp 4.000,-
Berarti akan BEP dalam = 4575/600 = 7.625 bulan

                                                      SUMBER DANA INVESTASI
Kebutuhan dana dalam pembangunan usaha ini berasal dari dana sendiri dan dana pinjaman dari bank, yaitu:
Modal sendiri  : Rp    9.150.000,00    (50%)
Kredit Bank    : Rp    9.150.000,00    (50%)
Total                 Rp  18.300.000,00 (100%)

                                                                  BAB 6
                                                               PENUTUP



A.  Antisipasi Masa Depan
Sebagai wirausahawan yang baik, kami tidak akan membiarkan usaha ini berjalan secara mendatar. Kami akan terus mencoba memperbaiki kualitas pekerjaan kami, agar para peminat atau konsumen puas atas pelayanan dan citarasa roti yang kami buat. Karena apabila kualitas roti  kami tidak kami tingkatkan kemungkinan besar usaha ini tidak akan maju dan terancam bangkrut.


B. Kesimpulan
Menurut kami usaha ini dapat berkembang dan akan mencapai keberhasilan. Kami sangat yakin bahwa usaha ini akan maju dan terus berkembang karena dilakukan oleh orang–orang yang mempunyai kualitas dalam menjalankan setiap pekerjaan. Kami sadar bahwa usaha ini tak akan langsung berkembang pesat tapi kami akan terus berjuang untuk terus menjalankan dan mengembangkan usaha ini.
C.  Biaya administrasi, biaya provisi, biaya asuransi dan biaya notaris
      (sesuai ketentuan yang berlaku)
1. Biaya Provisi
Jenis Kredit    Status Nasabah    Tarif Dasar
Ritel    Baru    1.25 %
Komersil    Baru / Lama    1.25 % / 0.75 %
Menengah    Baru / Lama    1.00 % / 0.50 %

2. Biaya Administrasi
Besarnya Kredit    Tarif Minimum
Sampai dengan Rp.50 Juta    Rp.   100.000,-
> Rp.50 Juta – Rp.100 Juta    Rp.   150.000,-
> Rp.100 Juta s/d Rp.500 Juta    Rp.    250.000,-
> Rp.500 Juta s/d Rp.1 M    Rp.    350.000,-
> Rp.1 M s/d Rp.3 M    Rp.    750.000,-
> Rp.3 M s/d Rp.10 M    Rp. 2.000.000,-
> Rp.10 M s/d Rp.25 M    Rp. 2.500.000,-
> Rp.25 M s/d Rp.50 M    Rp. 7.500.000

Minggu, 20 September 2015

contoh surat perintah , pengumuman ,, disposisi,memo,edaran




Memahami Perintah Kerja Tertulis
   Perintah kerja berbentuk surat-surat resmi atau surat dinas, seperti surat edaran, surat perintah, atau surat tugas, memorandum, disposisi, dan perintah kerja berbentuk manual.
A. MENGENAL BENTUK PERINTAH KERJA TERTULIS
  Banyak bentuk aturan atau petunjuk yang dapat ditemukan dalam kehidupan kita. Baik di lingkungan rumah tangga, sekolah, masyarakat, di tempat pekerjaan, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bentuk perintah dapat disampaikan secara lisan ataupun tertulis. Perintah lisan biasanya menuntut respon/tindakan langsung sehingga muncul variasi kalimat perintah, sedangkan bentuk perintah tertulis umumnya bersifat tidak langsung.
  Dalam dunia kerja, perintah sudah menjadi bagian keseharian dalam proses kerja sekaligus menjadi jaminan keberlangsungan kerja yang diwarnai oleh pola hubungan manusia secara hierarki. Perintah sering menjadi acuan pekerjaan, bahkan roda penggerak agar manusia selalu melakukan pekerjaan karena perintah itu sendiri adalah awal tindakan atau pedoman kerja. Dalam budaya kerja, perintah dapat dimanifestasikan dalam bentukinstruksi, petunjuk, dan pedoman. Karena pekerjaan berkaitan dengan administrasi dan dokumentasi, bentuk petunjuk dan pedoman lebih banyak diwujudkan secara tertulis dalam bentuk surat.
   Berdasarkan jenisnya, bentuk perintah tertulis dapat dibedakan menjadi:
  1. himbauan/larangan, misalnya himbauan menjadi akseptor RB, larangan membuang sampah;
  2. petunjuk, misalnya petunjuk penggunaan suatu barang;
  3. Peraturan, misalnya peraturan berlalu lintas, peraturan waktu berkunjung;
  4. pedoman, misalnya pedoman penulisan karya ilmiah;
  5. undang-undang, misalnya undang-undang tentang penyalahgunaan narkoba, undang-undang pendidikan.
B.  MODEL-MODEL SURAT BERISI PERINTAH KERJA
   Surat adalah suatu alat atau sarana komunikasi tertulis. Surat dipandang sebagai alat komunikasi tertulis yang paling efisien, efektif, ekonomis, dan praktis. Selain itu, surat juga berfungsi sebagai alat bukti tertulis, alat bukti historis, alat pengingat, duta organisasi, dan pedoman kerja.
Surat yang berhubungan dengan pekerjaan disebut surat dinas atau surat resmi. Surat ini umumnya berisi informasi, ketentuan, atau perintah kerja yang dapat dijadikan pedoman bagi karyawan pada suatu lembaga, instansi, atau perusahaan. Model surat yang berisi informasi kerja atau perintah kerja, antara lain surat perintah, surat edaran, memorandum, pengumuman, dan disposisi.
1. Surat Perintah
   Surat perintah adalah surat yang berisi perintah dari pimpinan kepada bawahan yang berisi petunjuk yang harus dilakukannya. Surat perintah berlaku sementara dan berakhir setelah tugas yang diperintahkannya selesai dilaksanakan serta melaporkan hasil pekerjaan tersebut kepada pimpinan.
Contoh Surat Perintah
Surat perintah terdiri atas:
  1. kepala surat
  2. pembukaan
  3. isi surat perintah
  4. kaki surat/bagian akhir surat
2. Surat Edaran
Surat edaran adalah surat pemberitahuan tertulis yang ditujukan kepada pejabat/pegawai. Surat edaran ini berisi penjelasan mengenai sesuatu hal, misalnya kebijakan pimpinan, petunjuk mengenai tata cara pelaksanaan, atau peraturan perundang-undangan.
Ada dua macam bentuk dan sifat surat edaran, yaitu surat edaran umum dan surat edaran khusus. Surat edaran umum ditujukan kepada orang banyak atau umum. Surat edaran khusus ditujukan kepada orang- atau pejabat tertentu dan seperti surat dinas biasa.
Surat edaran terdiri atas unsur-unsur berikut.
  1. Kepala surat edaran bertuliskan nama perusahaan dan identitasnya.
  2. No, hal, lampiran, tanggal surat, dan alamat tujuan surat.
  3. Perkataan ”Edaran” biasanya ditulis di tengah
  4. Isi surat edaran: Salam pembuka, isi surat, dan penutup surat
  5. Kaki surat: salam penutup serta nama penanggung jawab surat edaran. 
Contoh Surat Edaran Khusus
Contoh Surat Edaran Umum
3. Surat Pengumuman
Pengumuman berasal dari kata ”umum”, mendapat konfiks pe-an dan bunyi sengau ng. Kata dasar umum mempunyai arti seluruh atau orang banyak. Mengumumkan berarti memberitahukan atau memaklumkan. Pengumuman berarti pemberitahuan kepada orang banyak tentang sesuatu masalah, agar diketahui dan dilaksanakan oleh orang banyak yang berkepentingan. Berdasarkan sifat dan asalnya, pengumuman dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu seperti berikut.
  • Pengumuman lisan, yaitu disampaikan secara oral komunikasi, penyampaiannya dapat melalui pesawat telepon atau pengeras suara (sound system).
  • Pengumuman tertulis, yaitu pengumuman dalam bentuk tulisan, yang disampaikan melalui telegram, surat kawat, telex, surat kabar, majalah, papan pengumuman, dan lain-lain.
  • Pengumuman dari instansi dan surat pengumuman bukan dari instansi.
  Surat pengumuman merupakan surat yang berisi pemberitahuan tentang masalah yang perlu diketahui oleh siapa saja yang berkepentingan sesuai dengan pengumuman tersebut.
Surat pengumuman dapat disebarkan dengan beberapa cara, diantaranya:
  1. menyebarkannya sebagai surat edaran,
  2. memasang di papanpapan pengumuman, dan
  3. memasangnya di koran sebagai iklan.
Contoh Pengumuman
4. Memo atau Memorandum
Memorandum biasa digunakan untuk surat-menyurat secara intern dalam lingkungan kantor. Memo dibuat oleh atasan kepada bawahan atau antara pejabat yang setaraf. Isi memo singkat, sederhana, dan mudah agar cepat dipahami. Memo umumnya berisi peringatan, arahan, penerangan, perintah, pertanyaan, dan lain sebagainya.
Contoh Memo
Penulisan memo dapat ditik atau ditulis tangan. Isi memo umumnya tidak lebih dari 10 baris. Bagian-bagian memorandum meliputi sebagai berikut:
a. Ciri Bentuk
Terdiri atas dua bagian, yaitu kepala memo dan isi memo. Kepala memo berisi:
  1. pihak yang dituju
  2. pengirim memo
  3. perihal memo
  4. tanggal pengirim memo
  5. paraf dan nama pengirim
b. Ciri Isi
Isi memo disampaikan dengan bahasa singkat. Penulisan memo harus langsung menyampaikan pesan atau perintah dengan kalimat pendek dan tegas. Karena peredarannya yang terbatas, memo biasanya tidak mencantumkan identitas kantor.
Contoh Memo
Keterangan:
(1) kop surat memo
(2) tanggal surat memo
(3) judul memo
(4) alamat memo
(5) pengirim memo
(6) perihal pokok memo
(7) isi memo
(8) tanda tangan dan nama terang pengirim memo
5. Disposisi
Lembaran disposisi adalah lembaran kertas yang disediakan oleh agendaris untuk diisi oleh pimpinan tentang tindak lanjut surat yang masuk. Dengan kata lain, disposisi adalah catatan berupa saran/tanggapan/instruksi setelah surat dibaca oleh pimpinan.
Sebagai contoh, suatu intitusi menerima surat penawaran barang oleh bagian administrasi. Surat itu diagendakan, lalu diberi lembar disposisi. Selanjutnya, pimpinan membuat disposisi. Isi disposisi bisa merupakan perintah untuk menolak penawaran tersebut atau memerintahkan staf yang bersangkutan untuk membalas surat yang isinya memesan barang-barang tersebut.
Disposisi dibedakan menjadi dua macam:
1. disposisi langsung, yaitu disposisi yang langsung ditulis pada lembaran surat.
  • Biasanya hanya berisi Sifat, Tujuan disposisi, Isi perintah, dan Tanda tangan penulis disposisi dan nama yang langsung tulis tangan pada lembar surat yang masuk.
2. disposisi tidak langsung, yaitu disposisi yang dituliskan pada lembaran tersendiri (lembaran disposisi).
Contoh Disposisi Tidak Langsung 

;;

By :
Free Blog Templates